Makassar, 8 Juni 2026 — Di tengah padatnya lalu lintas pelayaran di Sungai Mahakam yang dikenal memiliki tantangan navigasi tinggi, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Unit Samarinda menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan harga mati yang menjadi pondasi utama dalam menjaga keandalan layanan pemanduan dan penundaan kapal.
Komitmen kuat tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Arahan Strategis Keselamatan Pemanduan, Triase dan Transformasi yang dihadiri jajaran pimpinan Pelindo dan PJM, termasuk Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyadi, Direktur Operasi dan Teknik PJM Edward D. P. Napitupulu, Senior Vice President Pelayanan Kapal PJM, SVP K3 PJM, Senior Manager Wilayah 4 PJM, serta General Manager Regional 4 Cabang Balikpapan, yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur.
Dalam arahannya, Prasetyadi menegaskan bahwa keselamatan operasional merupakan urat nadi pelayanan kepelabuhanan nasional. Tanpa keselamatan, keandalan layanan dan kelancaran arus logistik yang menopang perekonomian bangsa akan berada dalam ancaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Service excellence dan keselamatan kerja bukanlah dua hal yang dapat dipisahkan. Keduanya harus ditopang oleh kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap prosedur. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga keselamatan operasional pemanduan,” tegas Prasetyadi.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa di tengah tuntutan peningkatan pelayanan yang semakin tinggi, budaya keselamatan harus menjadi nafas dalam setiap aktivitas operasional di lapangan.
Di balik tantangan besar yang dihadapi wilayah kerja Samarinda, PJM justru mencatat capaian yang patut diapresiasi. Melalui penguatan mitigasi risiko, khususnya pada area kritis pengolongan Jembatan Mahakam, angka insiden property damage berhasil ditekan hingga 75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah bukti nyata bahwa disiplin, ketegasan dalam penerapan prosedur, serta pengawasan yang berkesinambungan mampu menyelamatkan aset, menjaga keselamatan pekerja, dan menjamin kelancaran aktivitas pelayaran.
Sebagai salah satu wilayah operasional dengan tingkat kompleksitas tinggi, Sungai Mahakam menuntut kewaspadaan ekstra setiap saat. Karena itu, PJM terus memperkuat langkah-langkah preventif melalui identifikasi risiko secara berkala, pelaksanaan safety briefing, evaluasi insiden dan near miss, hingga peningkatan koordinasi lintas unsur operasional agar setiap potensi bahaya dapat diantisipasi sejak dini.
Tak hanya mengandalkan sumber daya manusia yang profesional, PJM juga terus melakukan transformasi dengan memanfaatkan teknologi modern berupa sensor dan sistem telemetri yang mampu memantau kondisi operasional secara real time. Teknologi ini menjadi senjata penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat di lapangan.
Direktur Operasi dan Teknik PJM, Edward D. P. Napitupulu, menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga oleh seluruh insan operasional tanpa terkecuali.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, disiplin terhadap prosedur, serta komitmen seluruh insan operasional, kami optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui perairan Samarinda,” ujarnya.
Dengan penguatan budaya keselamatan yang terus dikawal secara konsisten, PJM Samarinda kini tidak hanya berupaya menjaga kelancaran operasional pelabuhan, tetapi juga tengah membangun fondasi kuat menuju layanan maritim yang aman, modern, andal, dan berstandar internasional.
Di tengah derasnya arus perdagangan dan distribusi nasional, keselamatan menjadi benteng utama. Dan bagi PJM Samarinda, setiap pelayaran yang selamat bukan hanya sebuah keberhasilan operasional, melainkan wujud nyata pengabdian dalam menjaga denyut nadi logistik Indonesia.
Indra/humas













