AIR PDAM TIRTANADI MATI BERHARI-HARI, WARGA MEDAN MENJERIT! LASKAR PRABOWO 08 SUMUT DESAK SOLUSI NYATA, BUKAN SEKADAR SEREMONIAL PEMBAGIAN AIR

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, 10 Juni 2026 – Krisis air bersih yang melanda sejumlah kawasan di Kota Medan kian memicu kemarahan dan kekecewaan masyarakat. Sudah beberapa hari terakhir aliran air PDAM Tirtanadi terhenti, membuat ribuan warga terpaksa berjibaku memenuhi kebutuhan dasar hidup di tengah kondisi yang semakin memprihatinkan.

Aktivitas sehari-hari lumpuh. Mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan sanitasi keluarga terganggu total. Di berbagai titik, warga terlihat mengantre berjam-jam sambil menenteng ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung air demi mendapatkan pasokan air bersih yang jumlahnya sangat terbatas.

Ironisnya, bantuan air yang disalurkan dinilai masyarakat belum mampu menjawab penderitaan yang mereka alami. Distribusi air dianggap hanya bersifat seremonial dan formalitas belaka, sementara kebutuhan riil warga terus meningkat dari hari ke hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat kondisi tersebut, Ketua Laskar Prabowo 08 Paul J. J. Tambunan, SE., SH., MH melalui Sekretaris DPD Laskar Prabowo 08 Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak PDAM Tirtanadi agar segera mengambil langkah luar biasa dan berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, PDAM harus mengerahkan armada truk tangki berkapasitas besar secara maksimal ke seluruh wilayah terdampak, bukan sekadar menempatkan titik pembagian air yang justru membuat masyarakat harus bersusah payah mengangkut kebutuhan air mereka sendiri.

“Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Ketika pelayanan berhenti, maka penderitaan rakyat dimulai. Jangan biarkan warga terus mengantre dalam kesulitan. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan pencitraan, bukan formalitas, tetapi tindakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” tegasnya.

Baca Juga:  Dugaan Kembali Menguat: Belasan Alat Berat Masuk Area Tambang Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Warga Pertanyakan Seriusnya Penindakan Aparat

Laskar Prabowo 08 Sumut juga mendorong agar distribusi air dilakukan langsung ke lingkungan pemukiman warga dengan sistem penyaluran menggunakan selang dari truk tangki menuju bak penampungan rumah-rumah penduduk. Langkah tersebut dinilai jauh lebih efektif, cepat, dan manusiawi dibandingkan membiarkan warga berebut air di lokasi tertentu.

Kondisi ini semakin berat bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, serta keluarga kurang mampu yang harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk mendapatkan beberapa ember air demi bertahan hidup.

Di tengah gelombang keluhan yang terus bermunculan, masyarakat juga menuntut transparansi penuh dari PDAM Tirtanadi terkait penyebab terjadinya gangguan distribusi air yang berkepanjangan tersebut. Warga ingin mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi, kapan masalah akan diselesaikan, dan langkah konkret apa yang telah dipersiapkan agar krisis serupa tidak terus berulang.

“Jangan sampai pelanggan yang selama ini taat membayar tagihan setiap bulan justru menjadi korban ketidakpastian pelayanan. Rakyat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, bukan alasan yang berulang-ulang,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kini masyarakat berharap pemerintah daerah dan manajemen PDAM Tirtanadi tidak menutup mata terhadap penderitaan yang sedang berlangsung. Sebab bagi rakyat kecil, matinya aliran air bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman nyata terhadap kehidupan sehari-hari yang menyentuh kebutuhan paling mendasar manusia.

Tim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama
Hadir di Garda Terdepan, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Benteng Keamanan PT Bridgestone, Warga Merasa Lebih Tenang
Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Ungkap Fakta di Balik Ledakan Grand Polonia, Titik Kebocoran Pipa Gas Berusia 23 Tahun Akhirnya Teridentifikasi
Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta
Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!
Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat
Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden
ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:49 WIB

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:04 WIB

Hadir di Garda Terdepan, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Benteng Keamanan PT Bridgestone, Warga Merasa Lebih Tenang

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57 WIB

Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Ungkap Fakta di Balik Ledakan Grand Polonia, Titik Kebocoran Pipa Gas Berusia 23 Tahun Akhirnya Teridentifikasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:02 WIB

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:33 WIB

Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!

Berita Terbaru

Daerah

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama

Rabu, 29 Jul 2026 - 14:49 WIB