MEDAN — Ada suasana berbeda yang menyelimuti Masjid Nurul Huda Mako Kompi 3 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut, Kamis (27/8/2026).
Di tempat para personel Brimob biasanya ditempa untuk menjadi sosok yang tangguh, sigap dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas, hari itu suasana terasa lebih teduh. Bukan suara komando yang menggema, melainkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang perlahan mengetuk hati.
Dalam balutan kekhusyukan, Personel Kompi 3 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Jalan K.H. Wahid Hasyim No. 3i, Medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni. Bagi para insan Bhayangkara, momentum ini menjadi ruang untuk sejenak menundukkan kepala, menenangkan hati dan kembali bertanya pada diri sendiri: sudahkah pengabdian yang dilakukan benar-benar dilandasi ketulusan dan akhlak mulia?
Turut hadir dalam kegiatan tersebut KBP Dr. dr. Syarif Hidayatullah, Sp.OT., M.Kes. Sementara tausiah disampaikan oleh Ustadz Zainuri, S.Ag., M.A., yang mengajak seluruh personel menjadikan Rasulullah SAW sebagai cahaya keteladanan dalam menjalani kehidupan dan mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom serta pelayan masyarakat.
Pesan tentang kejujuran, kesabaran, keberanian, kepedulian dan amanah seolah kembali dihidupkan. Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW itu bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diamalkan dalam setiap langkah kehidupan.
Suasana semakin menggetarkan hati ketika Briptu Irmansyah Sitorus dari RS Bhayangkara melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lantunan kalam Ilahi menggema memenuhi masjid, membawa ketenangan di tengah kerasnya dunia tugas dan pengabdian.
Di saat itulah, ada pesan yang terasa begitu kuat.
Kekuatan seorang anggota Brimob bukan hanya terletak pada fisiknya yang terlatih, keberaniannya menghadapi bahaya atau keterampilannya menjalankan tugas. Namun, kekuatan sejati juga lahir dari hati yang beriman, jiwa yang teguh dan akhlak yang tetap terjaga.
Komandan Kompi 3 Batalyon C, AKP Hozaini, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti penting dalam membangun mental dan spiritual seluruh personel.
Sebab, di balik seragam yang dikenakan dan tugas berat yang dipikul, setiap personel tetaplah manusia yang membutuhkan kekuatan batin untuk tetap teguh berjalan di jalan kebaikan.
Meneladani Rasulullah SAW berarti belajar menjadi kuat tanpa harus menyakiti, berani tanpa harus berlaku angkuh, tegas tanpa kehilangan kasih sayang, serta menjalankan amanah tanpa mengkhianati kepercayaan.
“Meneladani Rasulullah dalam akhlak, mengabdi kepada masyarakat dengan ketulusan, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.”
Kalimat itu bukan sekadar pesan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang diemban adalah amanah. Setiap langkah pengabdian harus memiliki makna. Dan setiap kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat harus membawa rasa aman, harapan serta manfaat.
Melalui semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, seluruh Personel Kompi 3 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut diharapkan semakin solid, profesional dan humanis.
Karena pada akhirnya, seragam mungkin mencerminkan ketegasan, tetapi akhlaklah yang menunjukkan siapa diri sebenarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan aman, tertib dan penuh kekhusyukan. Dari dalam Masjid Nurul Huda, semangat keimanan kembali diteguhkan—untuk dibawa keluar dalam setiap tugas, setiap pengabdian dan setiap langkah bersama masyarakat.
Sat Brimob Polda Sumut — Setia, Siap, Berbakti.
Indra/humas













