Kedok Pematangan Lahan, Tambang Batu Padas Ilegal Menjamur di Tanjung Uncang

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM – Aktivitas penggalian dan pemecahan batu padas (batu cadas) di Jalan Katamso, Tanjung Uncang, Kota Batam, memicu sorotan tajam. Kegiatan yang semula diklaim sebagai pematangan lahan (cut and fill), diduga kuat beralih fungsi menjadi praktik pertambangan ilegal lantaran material galiannya dikomersialkan ke luar lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan lapangan, sejumlah ekskavator tampak membongkar bukit batu, sementara puluhan dump truck mengangkut material tersebut secara rutin. Seorang pekerja checker di lokasi mengonfirmasi bahwa batu hasil pecahan tersebut tidak digunakan untuk internal proyek, melainkan dijual ke pihak luar.

“Batu yang dipecah dari sini sudah ada yang pesan. Ada yang dikirim ke perusahaan, ada juga yang dibeli perorangan,” ungkap sumber tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada pihak penanggung jawab lapangan berinisial LB masih terus diupayakan oleh tim redaksi.

– Kajian Hukum & Potensi Pelanggaran

Aktivitas komersialisasi material bumi dengan modus pematangan lahan ini berpotensi melanggar sejumlah regulasi ketat di Indonesia:

1. UU No. 3 Tahun 2020 (Perubahan atas UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Minerba): Berdasarkan Pasal 158, setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin (IUP, IPR, atau IUPK) dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. Penjualan material galian dari proyek pematangan lahan wajib memiliki Izin IUP Penjualan.

Baca Juga:  OTT KPK Seret Bupati Langkat Syah Afandin: Dugaan Suap Proyek, Uang Miliaran dan 55 Kg Logam Diduga Platinum Disita

2. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Eksploitasi skala besar yang mengubah bentang alam tanpa Dokumen Lingkungan (Amdal/UKL-UPL) yang sah melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana serta administratif karena memicu risiko ekologis jangka panjang.

3. Kerugian Pendapatan Daerah: Aktivitas ilegal ini berpotensi merugikan negara akibat kebocoran Pajak Daerah Bukan Pajak (Pajak MBLB – Mineral Bukan Logam dan Batuan).

– Desakan Penegakan Hukum

Warga setempat menyayangkan adanya pembiaran yang berlangsung cukup lama di kawasan strategis Kota Batam ini. Publik kini mendesak langkah konkret dari Ditpam BP Batam (Bagian Penindakan Lahan), Aparat Kepolisian, Dinas ESDM Kepri, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk segera turun ke lapangan.

Jika terbukti menyalahgunakan izin pematangan lahan demi bisnis pertambangan ilegal, aparat penegak hukum harus menindak tegas aktor intelektual di balik aktivitas ini demi menjaga wibawa hukum dan kelestarian lingkungan Batam.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG! TERCECER DI KAWASAN JALAN ANDANSARI, PEMILIK BERHARAP ADA KEJUJURAN DAN KEPEDULIAN MASYARAKAT
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 06:41 WIB

SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG! TERCECER DI KAWASAN JALAN ANDANSARI, PEMILIK BERHARAP ADA KEJUJURAN DAN KEPEDULIAN MASYARAKAT

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Berita Terbaru