Simpang Limun Seolah Tak Bertuan! PKL Makin Menggurita, Lurah Sudirejo II dan Sitirejo III Jadi Sasaran Kritik, LSM PAKAR: Wali Kota Jangan Tutup Mata!

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan — Kawasan Simpang Limun kini menjadi potret buram wajah Kota Medan. Di tengah gencarnya jargon penataan kota, kawasan yang setiap hari dipadati masyarakat itu justru dinilai semakin semrawut, macet, kumuh, dan seolah tak lagi berada di bawah kendali pemerintah.

Lapak-lapak PKL terus menjalar hingga memakan badan jalan. Trotoar yang semestinya menjadi hak pejalan kaki berubah fungsi menjadi lokasi berdagang. Arus lalu lintas tersendat hampir sepanjang hari, sementara aktivitas jual beli berlangsung tanpa penataan yang terlihat.

Pemandangan ini memunculkan pertanyaan keras dari masyarakat: ke mana pemerintah ketika ruang publik perlahan dikuasai dan aturan seolah kehilangan wibawanya?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan tajam mengarah kepada Lurah Sudirejo II Medan Kota dan Lurah Sitirejo III Medan Amplas. Keduanya dinilai belum mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun.

Di balik kesemrawutan itu, beredar pula berbagai dugaan yang menambah keresahan masyarakat. Sejumlah pedagang mengaku masih dimintai sejumlah uang oleh oknum tertentu dengan berbagai alasan. Dugaan tersebut belum terverifikasi dan hingga kini belum mendapat penjelasan resmi dari pihak berwenang.

WS (46), warga Jalan Tanjung Bunga, mengaku kondisi tersebut bukan lagi sekadar persoalan ketertiban, melainkan telah menjadi pemandangan yang dianggap biasa.

“Sudah terlalu lama begini. Setiap tahun janjinya ditertibkan, tapi kenyataannya malah semakin padat. Kami seperti kehilangan harapan melihat perubahan,” ujarnya.

Baca Juga:  BNCT dan Shipping Line Perkuat Barisan, Satukan Strategi Hadapi Tantangan Logistik yang Kian Kompetitif

Ia juga mengaku para pedagang diduga masih dibebani berbagai pungutan.

“Yang datang menagih berbeda-beda. Alasannya uang keamanan, uang meja, uang kebersihan. Pedagang kecil yang akhirnya menanggung semuanya,” katanya.

Ketua LSM PAKAR Sumatera Utara, Elita Megawati, menilai situasi tersebut tidak boleh lagi dianggap persoalan biasa. Menurutnya, Pemerintah Kota Medan harus menunjukkan keberanian untuk mengambil tindakan tegas.

Ia mendesak Wali Kota Medan segera mengevaluasi, bahkan mencopot pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan dan penertiban di wilayah Simpang Limun.

“Kalau bertahun-tahun persoalan ini tidak pernah selesai, publik tentu berhak mempertanyakan keseriusan pemerintah. Jangan sampai penataan kota hanya menjadi slogan tanpa pembuktian di lapangan,” tegas Elita.

Selain itu, di tengah masyarakat juga berkembang dugaan mengenai keterlibatan oknum preman maupun oknum lembaga kemasyarakatan dalam aktivitas pungutan terhadap pedagang. Dugaan tersebut belum dapat diverifikasi, sehingga memerlukan penelusuran dan klarifikasi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah.

Kini, bola panas berada di tangan Wali Kota Medan. Publik menunggu apakah pemerintah akan benar-benar membersihkan Simpang Limun dari berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat, atau membiarkan kawasan itu terus menjadi simbol lemahnya penegakan aturan.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Medan, Lurah Sudirejo II, dan Lurah Sitirejo III belum memberikan keterangan resmi terkait kritik, tudingan, maupun berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Malam Mencekam di Pematangsiantar, Brimob Sumut Terjang Kobaran Api Demi Lindungi Masyarakat
Puting Beliung Terjang Medan Johor, Brimob Polda Sumut Gerakkan Dapur Lapangan dan Water Treatment
Pelindo Buka Ruang Suara Masyarakat, Pengembangan Pelabuhan Belawan Tak Boleh Meninggalkan Pesisir
Merah Putih Berkibar, Tawa Warga Menggema: BPC dan Relawan Tegak Lurus Prabowo Hidupkan Semangat Kemerdekaan di Paya Pasir
Prabowo: “Kita Tidak Membangun untuk Satu Masa Jabatan, Kita Membangun untuk Satu Abad Indonesia”
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:31 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Malam Mencekam di Pematangsiantar, Brimob Sumut Terjang Kobaran Api Demi Lindungi Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Puting Beliung Terjang Medan Johor, Brimob Polda Sumut Gerakkan Dapur Lapangan dan Water Treatment

Berita Terbaru