Luar Biasa, Anak Petani Ini Tak Pantang Menyerah, Devi Raih Ijazah Seluruh Paket Setelah Bertahun-tahun Bekerja di Sawah

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur ~Raut kebahagian terpancar dari Devi Khusnul Khotimah (20), saat menerima ijazah paket C, Senin (29/6/2026) sore. Ijazah itu adalah buah kerja kerasnya selama ini.

Sejak berusia sembilan tahun, tangan Devi sudah lebih akrab dengan cangkul dan lumpur sawah daripada pena atau bangku sekolah. Setiap pagi hingga petang, ia membantu orang tuanya bekerja di lahan pertanian di Desa Aik Kelik, Kecamatan Damar.

Kesibukan itu pun membuat langkahnya terhenti di bangku kelas tiga sekolah dasar. Bukan karena tidak ingin belajar, tetapi karena keadaan memaksanya memilih bekerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun mimpi untuk mengenyam pendidikan dan memperoleh ilmu tak pernah benar-benar padam, semangatnya terus menyala.

Sedikit demi sedikit, gadis yang dijuluki ‘CEO’ itu menempuh jalur pendidikan kesetaraan. Ia menyelesaikan Paket A, melanjutkan Paket B, hingga akhirnya menuntaskan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Seroja, Desa Kelubi, Kecamatan Manggar.

Perjuangan itu tidak mudah. Setiap kali mengikuti kegiatan belajar, Devi harus menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer dari rumahnya di Desa Aik Kelik menuju PKBM Seroja.

Jerih payah tersebut akhirnya terbayar. Devi menerima ijazah Paket C secara langsung dari Bupati Beltim, Kamarudin Muten.

Penyerahan ijazah Devi dan kawan-kawan berlangsung pada acara Pelepasan Warga Belajar SPNF SKB dan PKBM se-Kabupaten Beltim di Ruang Pertemuan Ibu Muslimah Dinas Pendidikan.

Bagi Devi, ijazah itu bukan sekadar selembar kertas validasi. Di baliknya tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, pengorbanan, dan tekad untuk terus belajar meski keadaan tidak berpihak.

Devi mengaku sempat mengenyam pendidikan formal. Namun, ia hanya mampu bertahan hingga kelas tiga SD karena harus membantu orang tua bekerja. Kesempatan kembali belajar datang saat mengetahui adanya program sekolah paket.

“Saya coba daftar. Ternyata sekolah paket sangat membantu karena waktunya lebih fleksibel sehingga saya tetap bisa bekerja membantu orang tua,” kata Devi.

Sejak tahun 2018, anak bungsu dari empat bersaudara ini mengikuti pendidikan kesetaraan secara bertahap hingga akhirnya berhasil menamatkan Paket C tahun ini.

Baca Juga:  Impian Atlet Cantik Ini Terwujud, Beasiswa Jadi Harapan Baru Atlet Berprestasi Beltim

Kini, selain membantu keluarga, Devi bahkan telah memiliki sawah yang dikelolanya sendiri. Meski belum memastikan akan melanjutkan ke bangku kuliah, Devi bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan menengah.

“Nanti saya lihat dulu ke depannya. Yang penting sekarang saya bersyukur sudah bisa lulus,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi sebagian orang, kelulusan itu mungkin hanya sebuah seremoni. Namun bagi Devi, perjalanan menuju ijazah Paket C adalah bukti bahwa kesempatan belajar tidak pernah mengenal kata terlambat.

Esok pagi, gadis dengan senyum manis ini mungkin akan kembali berdiri di tengah sawah miliknya. Bedanya, kini ia melangkah sebagai seorang petani yang telah membuktikan bahwa mimpi dapat tumbuh, bahkan dari hamparan lumpur sekalipun.

Pendidikan Kesetaraan Tekan Angka Putus Sekolah

Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan kisah seperti Devi menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan sekolah formal.

Menurut Kamarudin, Pemerintah Kabupaten Beltim terus mendorong penuntasan program wajib belajar sembilan tahun melalui berbagai jalur pendidikan, termasuk Paket A, Paket B, dan Paket C.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Program kesetaraan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka putus sekolah,” katanya.

Kamarudin juga meminta seluruh pemerintah desa, kecamatan, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ikut berkolaborasi mendata masyarakat yang belum menamatkan pendidikan dasar.

“Kalau semua bekerja sama, saya optimistis target wajib belajar sembilan tahun di Beltim bisa kita tuntaskan,” ujarnya.

Pada tahun 2026 ini, sebanyak 200 warga belajar mengikuti pelepasan dari empat lembaga pendidikan kesetaraan di Beltim.

Rinciannya terdiri atas 123 warga belajar dari SPNF SKB, 24 warga belajar dari PKBM Bina Taruna, 37 warga belajar dari PKBM Taruna Maju, dan 16 warga belajar dari PKBM Seroja. (Arsoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru