Pimpinan Redaksi Pakarinvestigasi.com Desak Pemerintah Selamatkan SD Negeri 292 Pammusureng, Pagar Batu Tua Sejak 1963 Jadi Saksi Anak-anak Menunggu

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, SULSEL — Di sebuah sudut Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, berdiri sebuah sekolah yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya mimpi-mimpi kecil anak bangsa. Namun di SD Negeri 292 Pammusureng, harapan itu seakan harus bertahan di tengah keterbatasan yang telah berlangsung puluhan tahun.

Pagar sekolah yang seharusnya menjadi pelindung bagi para siswa, hingga kini masih berupa susunan batu pondasi tua. Pagar itu disebut telah ada sejak tahun 1963. Enam dekade lebih berlalu, tetapi bangunan pelindung di sekolah tersebut belum juga tersentuh pembangunan yang layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik susunan batu yang mulai rapuh, anak-anak tetap datang setiap pagi. Mereka membawa tas, buku, dan cita-cita. Mereka belajar di tengah fasilitas yang mulai termakan usia, tanpa mengetahui bahwa sekolah mereka selama ini terus menanti perhatian dari pihak yang berwenang.

Ketika pagar belum berdiri dengan layak, hewan ternak masih dapat bebas keluar masuk ke lingkungan sekolah. Ruang belajar yang seharusnya menjadi tempat anak-anak merasa aman dan nyaman pun belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan yang pantas.

Kepala Desa Pammusureng, Syarifuddin, S.P., menyampaikan bahwa pembangunan pagar SD Negeri 292 Pammusureng telah berulang kali masuk dalam daftar usulan prioritas. Namun hingga hari ini, usulan tersebut belum juga berubah menjadi kenyataan.

“Pagar sekolah ini sudah beberapa kali masuk dalam usulan prioritas, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya.

Tidak hanya pagar, kondisi ruang kelas, lemari buku, dan papan tulis di sekolah tersebut juga membutuhkan perhatian serius. Fasilitas yang seharusnya menjadi penopang pendidikan anak-anak kini dinilai tidak lagi memadai.

Baca Juga:  Di Tengah Badai Ekonomi Global, Belawan dan Kuala Tanjung Tak Pernah Berhenti Berdetak: Ketika Setiap Peti Kemas Menjadi Nafas Harapan Bangsa

Kepala UPT SD Negeri 292 Pammusureng, Sakka, S.Pd., mengatakan dana BOS yang diterima sekolah sangat terbatas. Selain jumlahnya kecil, dana tersebut juga tidak dapat digunakan untuk pembangunan fisik sekolah.

“Dana BOS kami sangat sedikit. Untuk pembangunan tidak bisa digunakan karena ada aturan. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan Redaksi Pakarinvestigasi.com meminta pemerintah tidak lagi membiarkan sekolah di pelosok berdiri dalam keadaan serba terbatas.

“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai anak-anak di SD Negeri 292 Pammusureng terus belajar di tengah fasilitas yang memprihatinkan. Pagar batu sejak 1963 ini bukan hanya susunan batu, tetapi tanda bahwa ada harapan pendidikan yang terlalu lama menunggu untuk didengar,” tegas Pimpinan Redaksi Pakarinvestigasi.com.

Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga Kementerian Pendidikan agar segera memberi perhatian nyata, terutama untuk pembangunan pagar sekolah serta perbaikan fasilitas belajar.

“Anak-anak ini tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin belajar dengan aman, memiliki papan tulis yang layak, ruang kelas yang pantas, lemari buku yang memadai, serta pagar sekolah yang mampu melindungi mereka dari hewan ternak yang bebas masuk.

Jangan biarkan masa depan mereka tertahan hanya karena bantuan tidak kunjung datang,” lanjutnya.
SD Negeri 292 Pammusureng kini menanti. Menanti bukan sekadar bangunan baru, tetapi kehadiran negara dalam bentuk perhatian yang nyata. Sebab di balik pagar batu tua itu, ada anak-anak yang setiap hari datang membawa cita-cita—dan cita-cita mereka tidak seharusnya dibiarkan tumbuh dalam keterbatasan.

Ansar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru