Inflasi Juli Beltim Terkendali di Angka 2 Persen, Harga Cumi dan Ikan Masih Jadi Penyumbang Terbesar

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur ~Tingkat inflasi tahunan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Juli 2026 masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim, Senin (03/08/2026), inflasi year on year (y-on-y) tercatat sebesar 2,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,59.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,22 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,29 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Beltim, Fetia Nursih Widiastuti mengatakan inflasi tahunan dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau, perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

“Untuk inflasi tahunan, yang dibandingkan adalah kondisi harga Juli 2026 dengan Juli 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang terbesar karena komoditasnya memang sangat bergejolak,” ungkap Fetia kepada awak media, usai pemaparan Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2026 di Ruang Pertemuan BPS Kabupaten Beltim.

Menurut Fetia, beberapa komoditas yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi tahunan di antaranya cumi-cumi, ikan kembung, perhiasan emas, serta bahan bakar minyak (BBM).

Ia menjelaskan kenaikan harga BBM dipengaruhi perubahan harga energi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara komoditas pangan, khususnya hasil perikanan, dipengaruhi faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

“Kalau komoditas makanan memang kami pantau secara rutin karena harganya cepat berubah. Untuk Juli ini, komoditas perikanan seperti cumi-cumi dan ikan kembung masih menjadi penyumbang inflasi yang cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga:  Sarang CPO Diduga Ilegal di Pinggir Kebal Hukum, Nama Oknum TNI Terseret: Dandim Bengkalis Didesak Turun Tangan!

Sementara itu, untuk inflasi bulanan Juli 2026 dibandingkan Juni 2026, kenaikan harga lebih banyak dipengaruhi komoditas ikan, seperti ikan ekor kuning, ikan kembung, dan ikan bulat.

“Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab harga ikan naik karena hasil tangkapan nelayan berkurang,” terangnya.

Pemkab Minta TPID Antisipasi Kenaikan Harga

Bupati Beltim, Kamarudin Muten dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Beltim, Zikril mengatakan perkembangan inflasi Juli menunjukkan harga ikan menjadi salah satu faktor utama penyebab kenaikan inflasi akibat kondisi cuaca.

Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat diimbangi dengan meningkatnya pasokan ayam serta relatif stabilnya harga cabai dan bawang.

“Memasuki bulan Agustus, kita perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga ikan akibat kondisi gelombang laut yang masih terjadi, serta kenaikan harga sayuran sebagai dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan,” kata Zikril.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh perangkat daerah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

“Seluruh pihak diharapkan terus mengambil langkah yang diperlukan agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung setiap awal bulan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Beltim, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Kabupaten Beltim, Bayu Priyambodo, perwakilan pimpinan OPD terkait di Lingkungan Pemkab Beltim, serta tim Satgas Pangan Polres Beltim. (*Arsoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru