“TABUNG MELON” DI BALIK PINTU BESI: GAS SUBSIDI DIDUGA DISULAP JADI LADANG CUAN, RAKYAT MENJERIT — APARAT KE MANA?

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG — Malam boleh berganti pagi. Jalan boleh kembali ramai. Namun dari sebuah kawasan di Pasar IX, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, tercium aroma yang menyisakan pertanyaan panjang.

Bukan hanya aroma gas.

Tetapi aroma dugaan permainan terhadap subsidi yang seharusnya menjadi napas masyarakat kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di saat emak-emak harus berkeliling mencari LPG 3 kilogram, pedagang kecil harus bertanya dari pangkalan ke pangkalan, dan masyarakat harus menerima kenyataan bahwa “tabung melon” tak selalu mudah didapat, sebuah gudang di kawasan tersebut justru disebut menyimpan aktivitas yang patut dicermati.

Mobil box disebut hilir-mudik.

Tabung LPG disebut keluar-masuk.

Aroma gas menyengat.

Dan aktivitas itu disebut telah berlangsung sekitar satu bulan.

Lalu muncul pertanyaan yang tak bisa lagi dianggap angin lalu:

DARI MANA LPG SUBSIDI ITU DATANG DALAM JUMLAH BESAR?

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, LPG 3 kilogram diduga dipindahkan atau disuling ke dalam tabung berukuran lebih besar untuk kemudian dipasarkan kembali sebagai LPG nonsubsidi.

Media ini tidak menyimpulkan dugaan tersebut sebagai fakta hukum dan masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Namun jika dugaan itu benar, maka ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar aktivitas perdagangan.

Ada subsidi rakyat yang diduga sedang diputar menjadi keuntungan.

KETIKA RAKYAT MENCARI GAS, MOBIL BOX JUSTru DISEBUT TAK PERNAH SEPI

Seorang sumber yang ditemui media ini menyebut aktivitas gudang tersebut telah berjalan kurang lebih satu bulan.

Mobil pengangkut tabung gas disebut datang dan pergi.

“Sudah sebulan belakangan ini gudang gas itu beroperasi. Mobil pengangkut tabung gas sering terlihat mondar-mandir. Bau gas juga sangat menyengat kalau melintas,” ungkap sumber.

Pantauan wartawan sebelumnya semakin memperkuat adanya aktivitas kendaraan di sekitar lokasi.

Mobil box tampak lalu-lalang dari kawasan gudang.

Kendaraan tersebut disebut menggunakan sejumlah akses alternatif, termasuk jalur pemotongan dari Pasar X menuju Pasar IX.

Akses lain disebut melalui kawasan Jalan Barokah, Pasar VIII.

Seolah ada jalur yang terus bergerak.

Pertanyaannya:

Apa yang dibawa?

Dari mana datangnya?

Ke mana perginya?

Dan yang paling penting:

Siapa yang mengawasinya?

POS PENJAGAAN BERDIRI. PINTU GUDANG TERTUTUP. PERTANYAAN PUBLIK TERBUKA LEBAR

Di lokasi, wartawan juga melihat adanya pos penjagaan yang berada sekitar 20 meter dari akses jalan masyarakat.

Sejumlah pria disebut terlihat berjaga di sekitar kawasan tersebut.

Kondisi ini tentu bukan bukti adanya pelanggaran.

Namun keberadaan penjagaan tersebut membuat tanda tanya publik semakin panjang.

Apa yang sebenarnya dijaga?

Sebuah gudang biasa?

Sebuah aktivitas distribusi?

Atau ada aktivitas lain yang seharusnya mendapatkan perhatian aparat?

Jawabannya tidak boleh lahir dari dugaan.

Jawabannya harus lahir dari pemeriksaan dan penegakan hukum.

DARI TABUNG HIJAU KE TABUNG BESAR — DI SINILAH UANG DIDUGA BERBICARA

LPG 3 kilogram bukan sekadar tabung berwarna hijau.

Di balik tabung itu ada uang negara.

Ada subsidi.

Baca Juga:  Tangis Sragen di Tengah Krisis! Padi Dijarah Tiap Malam, Prof Dr Sutan Nasomal Memohon Presiden RI Prabowo Selamatkan Rakyat Indonesia

Ada kepentingan masyarakat.

Ada dapur keluarga yang harus tetap mengepul.

Ada pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari api kompor.

Karena itu, ketika LPG subsidi diduga dialihkan ke jalur komersial, maka persoalannya bukan sekadar pelanggaran distribusi.

Ini menyentuh rasa keadilan.

Sebab di satu sisi rakyat diminta bersabar ketika LPG sulit ditemukan.

Namun di sisi lain, jika benar ada pihak yang mampu mengumpulkan LPG subsidi dalam jumlah besar, maka pertanyaan publik menjadi semakin tajam.

Mengapa bisa terjadi?

Siapa pemasoknya?

Siapa penampungnya?

Siapa yang mengangkutnya?

Dan siapa yang menikmati keuntungan akhirnya?

JIKA BENAR, INI BUKAN LAGI SOAL GAS — INI SOAL HAK RAKYAT

Informasi yang dihimpun media ini juga menyebut dugaan pemasaran hasil aktivitas tersebut tidak hanya menyasar wilayah Deli Serdang dan Kota Medan.

Bahkan disebut-sebut dapat bergerak hingga luar daerah, termasuk Aceh.

Sekali lagi, informasi tersebut masih membutuhkan verifikasi dan klarifikasi dari pihak berwenang.

Namun apabila seluruh dugaan itu terbukti, maka rantainya bisa menjadi panjang.

Subsidi masuk.

Tabung berpindah.

Isi dipindahkan.

Produk berubah jalur.

Keuntungan mengalir.

Sementara di ujung lainnya, masyarakat kecil kembali berdiri mencari satu tabung LPG untuk memasak.

Inilah ironi yang paling menyakitkan.

Ketika subsidi dibuat untuk meringankan beban rakyat, tetapi justru diduga menjadi ladang keuntungan bagi segelintir pihak.

KAPOLDA SUMUT DITUNGGU: JANGAN BIARKAN DUGAAN BERHENTI SEBAGAI CERITA

Atas temuan dan informasi tersebut, kru media ini telah berupaya meminta tanggapan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

Kini bola berada di tangan aparat dan instansi terkait.

Jika benar, tindak.

Jika salah, luruskan.

Jika hanya dugaan, buktikan melalui pemeriksaan.

Sebab masyarakat tidak membutuhkan rumor.

Masyarakat membutuhkan kepastian.

JANGAN SAMPAI “TABUNG MELON” MENJADI SIMBOL KETIDAKADILAN

Di dapur rakyat kecil, LPG 3 kilogram mungkin hanya terlihat seperti sebuah tabung hijau.

Tetapi di balik tabung itu ada nasi yang harus matang.

Ada anak yang harus makan.

Ada pedagang yang harus berjualan.

Ada keluarga yang harus bertahan hidup.

Karena itu, jangan sampai ketika rakyat mengetuk pintu pangkalan mencari LPG subsidi, di tempat lain justru ada gudang yang diduga menjadi tempat berkumpulnya tabung-tabung tersebut.

Jangan sampai subsidi negara yang seharusnya menjadi pelindung rakyat kecil justru berubah menjadi ladang cuan bagi pihak tertentu.

Dan jangan sampai aroma gas yang tercium dari kawasan Pasar IX hanya menguap ke udara tanpa pernah menemukan jawaban.

Sebab ada satu pertanyaan yang kini semakin keras terdengar:

KETIKA RAKYAT MENJERIT MENCARI LPG SUBSIDI, SIAPA YANG SEBENARNYA SEDANG MENIKMATI ASAP KEUNTUNGANNYA?

Publik menunggu.

Aparat ditunggu.

Dan kebenaran tidak boleh selamanya terkunci di balik pintu gudang.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan
TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART
SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi
FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG
Di Tengah Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Hadir Membawa Harapan: Makanan dan Air Bersih Mengalir untuk Pengungsi Karo
Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung
Bukan Sekadar Berebut Juara, Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Menyalakan Harapan Atlet Muda
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:31 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Kamis, 3 September 2026 - 15:40 WIB

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 14:16 WIB

TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART

Kamis, 3 September 2026 - 14:10 WIB

SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG

Berita Terbaru