Koperasi Merah Putih Tanah Enam Ratus Dorong SPPG Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Marelan

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN MARELAN — Di balik sepiring makanan bergizi yang sampai ke tangan anak-anak, ada harapan besar agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadirkan kesehatan bagi generasi penerus bangsa, tetapi juga mampu membuka pintu rezeki bagi masyarakat kecil.

Pesan itulah yang mengemuka dalam acara silaturahmi SPPG/Dapur MBG se-Kecamatan Medan Marelan bersama Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanah Enam Ratus, yang mempertemukan pengelola SPPG dengan pelaku UMKM, kelompok tani, peternak, nelayan, pedagang, tokoh masyarakat dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanah Enam Ratus menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan momentum untuk membangun sebuah ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, program MBG memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian apabila kebutuhan pangan SPPG dapat melibatkan potensi usaha yang ada di sekitar masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya berbicara mengenai makanan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak kita. Di balik program tersebut terdapat potensi ekonomi yang sangat besar apabila kita mampu membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kebutuhan SPPG terhadap berbagai bahan pangan seperti beras, sayuran, telur, ikan, ayam, buah-buahan hingga bumbu dapur dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan penghasilan.

Di sisi lain, Marelan memiliki banyak potensi masyarakat yang dapat diberdayakan, mulai dari kelompok tani, peternak, nelayan, UMKM hingga pedagang lokal.

“Jangan sampai program besar berjalan di tengah masyarakat kita, tetapi masyarakat kita sendiri hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Menurut dia, Koperasi Merah Putih tidak hadir untuk mengambil alih peran pihak lain. Koperasi justru ingin menjadi penghubung antara kebutuhan SPPG dengan potensi ekonomi masyarakat.

Apabila SPPG membutuhkan sayuran, kata dia, maka perlu dilihat potensi kelompok tani yang berada di sekitar Marelan.

Begitu juga dengan kebutuhan telur, ayam dan ikan yang dapat melibatkan peternak serta nelayan lokal. Sementara produk-produk tertentu yang mampu dihasilkan UMKM juga dapat diberdayakan sepanjang memenuhi standar kualitas, kebersihan, keamanan pangan, harga dan ketentuan yang berlaku.

“Ketika masyarakat diberi kesempatan, mereka tidak meminta belas kasihan. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk membuktikan bahwa mereka mampu,” katanya.

Ia berharap perputaran ekonomi dari program MBG tidak berhenti pada satu pihak, tetapi mengalir kepada berbagai lapisan masyarakat.

Dari SPPG kepada koperasi, dari koperasi kepada pelaku usaha, dari pelaku usaha kepada petani, nelayan, peternak dan UMKM, hingga akhirnya kembali memberikan manfaat kepada keluarga-keluarga di tengah masyarakat.

Sebuah rantai ekonomi yang sederhana, tetapi jika dibangun bersama dapat menjadi kekuatan besar bagi masyarakat Marelan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Koperasi Merah Putih juga mengingatkan bahwa kerja sama harus dibangun secara profesional. Masyarakat lokal harus siap memenuhi standar yang ditetapkan SPPG, termasuk kualitas produk, kebersihan, kontinuitas pasokan, ketepatan waktu dan berbagai persyaratan lainnya.

Baca Juga:  Sentuhan Kasih di HUT Polri Ke-80: Gegana Brimob Sumut Hadir Membawa Senyum dan Harapan bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi mulai melakukan pendataan dan pemetaan potensi.

“Jika ada kebutuhan SPPG, mari disampaikan. Jika ada kemampuan UMKM atau kelompok tani, mari kita data. Jika ada kendala dalam pasokan, mari kita carikan solusi bersama. Dan kalau ada peluang usaha yang bisa dikembangkan, mari kita manfaatkan bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap dukungan pemerintah kelurahan dan seluruh unsur masyarakat agar kolaborasi tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan.

Baginya, pemerintah kelurahan memiliki peran dalam menghubungkan potensi masyarakat, koperasi menjadi wadah ekonomi, UMKM menjadi pelaku usaha, kelompok tani dan masyarakat menjadi bagian dari rantai pasok, sementara SPPG menjadi mitra strategis.

“Kalau semua bergerak bersama, insya Allah manfaatnya akan jauh lebih besar,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG seharusnya tidak hanya diukur dari berapa banyak makanan bergizi yang tersalurkan kepada anak-anak.

Ada ukuran lain yang tak kalah penting: berapa banyak keluarga yang ikut merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

“Anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Petani mendapatkan pasar. UMKM mendapatkan peluang. Masyarakat mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Koperasi berkembang. Dan perekonomian Kelurahan Tanah Enam Ratus serta Kecamatan Medan Marelan semakin kuat,” tuturnya.

Ia menyebut, ketika seorang petani mendapatkan pasar, sesungguhnya yang sedang dijaga bukan hanya hasil panennya, tetapi juga kehidupan keluarganya.

Ketika UMKM mendapatkan kesempatan, yang tumbuh bukan hanya sebuah usaha, tetapi juga harapan sebuah keluarga.

Dan ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi, yang sedang dipersiapkan bukan sekadar kesehatan hari ini, melainkan masa depan generasi mendatang.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk menghilangkan sekat dan membangun kerja sama yang lebih nyata.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Mari kita bangun jaringan kerja sama. Karena ketika kita bekerja bersama, peluang yang kecil dapat menjadi kekuatan ekonomi yang besar,” katanya.

Ia berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal lahirnya kerja sama yang konkret, terukur dan berkelanjutan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan manfaat paling besar, tetapi tentang seberapa banyak masyarakat yang ikut berdiri ketika sebuah program besar dijalankan.

Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanah Enam Ratus pun menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi tersebut dengan semangat:

“Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk kesejahteraan masyarakat.”

Dan dari sepiring makanan bergizi untuk anak-anak, diharapkan tumbuh satu harapan yang lebih besar:

ekonomi masyarakat yang semakin hidup, keluarga yang semakin kuat, dan Marelan yang semakin sejahtera.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru