MEDAN – Ketika sebagian masyarakat mulai beristirahat dan malam menyelimuti Kota Medan, personel gabungan Sat Brimob Polda Sumatera Utara bersama Polrestabes Medan justru bergerak menyusuri jalan-jalan kota.
Tidak memberi ruang bagi geng motor, tawuran, balap liar, jambret hingga aksi begal, aparat gabungan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli gabungan dan patroli dialogis, Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 29–30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.M. dengan menyasar sejumlah ruas jalan dan kawasan yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan serta kejahatan jalanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Patroli dimulai dari kawasan MMTC, Jalan Pancing, salah satu titik yang menjadi perhatian dalam upaya mencegah munculnya aksi geng motor, tawuran antarkelompok maupun gangguan Kamtibmas lainnya.
Dari sana, barisan personel gabungan terus bergerak.
Menyusuri jalan-jalan Kota Medan, memastikan malam tetap berada dalam kendali dan tidak menjadi kesempatan bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi.
Di Jalan HOS Cokroaminoto, personel meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi jambret dan pencurian kendaraan bermotor. Kehadiran aparat di lapangan menjadi pesan tegas bahwa ruang publik tidak boleh dikuasai oleh rasa takut.
Patroli kemudian berlanjut menuju Jalan Iskandar Muda. Fokus pengamanan diarahkan untuk mengantisipasi konvoi geng motor serta berbagai bentuk kejahatan jalanan yang dapat mengusik ketenangan masyarakat.
Belum berhenti di sana, personel gabungan kembali menyisir kawasan Jalan Gajah Mada. Balap liar, aksi begal dan berbagai potensi gangguan keamanan menjadi perhatian serius dalam patroli malam tersebut.
Lampu rotator yang menyala di tengah gelapnya malam bukan sekadar tanda kendaraan patroli sedang melintas.
Lebih dari itu, kehadiran personel gabungan menjadi simbol bahwa negara tetap hadir.
Bahwa ketika masyarakat beristirahat, ada aparat yang tetap terjaga.
Ada personel yang terus bergerak.
Ada langkah-langkah yang menyusuri jalan demi memastikan Kota Medan tetap aman dan kondusif.
“Patroli bukan hanya tentang hadir di jalan, tetapi tentang memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman.”
Sinergitas antara Sat Brimob Polda Sumut dan Polrestabes Medan menjadi bukti nyata bahwa menjaga keamanan bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah komitmen yang harus terus dijalankan.
Melalui langkah preventif dan kehadiran langsung di titik-titik yang dinilai rawan, aparat berupaya menutup ruang gerak bagi berbagai bentuk gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Malam tidak boleh menjadi milik para pelaku kejahatan.
Jalanan Kota Medan harus tetap menjadi ruang yang aman bagi masyarakat.
Selama pelaksanaan patroli gabungan, situasi Kamtibmas di wilayah Kota Medan terpantau aman, tertib dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan keamanan yang berarti.
Melalui pelaksanaan KRYD secara berkesinambungan, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Sebab menjaga Kota Medan bukan hanya soal melakukan patroli.
Tetapi tentang kesiapsiagaan.
Tentang sinergi.
Tentang keberanian untuk tetap berada di garis depan ketika ancaman mencoba muncul.
“Kota Medan yang aman bukan hanya harapan, tetapi merupakan hasil dari sinergi, kesiapsiagaan dan kehadiran nyata personel di lapangan.”
Dan sepanjang malam itu, di tengah jalan-jalan yang terus disusuri aparat gabungan, satu pesan kembali ditegaskan:
Medan harus tetap aman. Medan harus tetap kondusif. Dan Polri akan terus hadir untuk menjaganya.
Humas/indra













