MEDAN — Ketika sebagian orang melihat lintasan hanya sebagai jalan menuju garis finis, bagi personel Brimob Sumut, setiap meter adalah tantangan yang harus ditaklukkan.

Setiap langkah adalah perjuangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap tetes keringat adalah pengorbanan.
Dan setiap detik adalah pertarungan melawan batas diri sendiri.
Semangat itulah yang membara dalam ajang Adam Malik Run 5K 2026, yang digelar dalam rangka memperingati HUT Adam Malik ke-33 Tahun 2026, Minggu (30/8/2026), di Lapangan Merdeka Medan.
Di tengah riuh ribuan langkah dan gemuruh semangat para pelari dari berbagai kalangan, Tim Running Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turut hadir membawa satu tekad: berlari tanpa menyerah dan menembus batas kemampuan.
Dan dari lintasan sepanjang lima kilometer itu, lahirlah sebuah catatan yang membanggakan.
Bharada Markus Beres Banurea, personel Den Gegana, Tanit II Subden I, tampil dengan determinasi luar biasa. Mengandalkan kekuatan fisik, disiplin latihan, serta mental pantang menyerah, ia berhasil menaklukkan lintasan kategori putra umum dengan catatan waktu impresif 16 menit 21 detik.
Bukan sekadar waktu. Bukan hanya angka di papan pencatatan.
Di balik 16 menit 21 detik, ada napas yang dipacu, otot yang dipaksa bekerja, keringat yang mengalir, dan semangat yang menolak untuk menyerah.
Saat rasa lelah mencoba memperlambat langkah, tekad justru memerintahkan tubuh untuk terus bergerak.
Saat lintasan terasa semakin berat, semangat Bhayangkara justru semakin menyala.
Inilah Brimob.
Tidak berhenti hanya karena lelah.
Tidak mundur hanya karena berat.
Tidak menyerah hanya karena jalan menuju kemenangan terasa panjang.
Keikutsertaan personel Sat Brimob Polda Sumut dalam Adam Malik Run 5K 2026 juga menjadi bukti bahwa semangat juang seorang anggota Brimob tidak hanya hadir saat menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Semangat itu hidup di mana pun mereka berada.
Di medan tugas.
Di tengah masyarakat.
Dan bahkan di atas lintasan lari.
Ajang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengajak masyarakat agar menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Adam Malik Sumut, Ketua KONI Sumut, Kadispora Sumut, serta Ketua PPLP Sumut.
Bagi personel Brimob, garis finis bukan sekadar tanda bahwa perlombaan telah berakhir.
Garis finis adalah saksi perjuangan.
Saksi bahwa rasa lelah telah dikalahkan.
Saksi bahwa batas kemampuan telah ditembus.
Dan saksi bahwa selama masih ada kekuatan untuk melangkah, maka menyerah bukanlah pilihan.
Dengan semangat “Berani Melangkah, Pantang Menyerah, Terus Berprestasi”, Satuan Brimob Polda Sumut terus menanamkan nilai bahwa personel Brimob harus mampu menjadi pribadi yang kuat, disiplin, sehat, dan berprestasi.
Karena seorang pejuang sejati tidak selalu bertarung dengan senjata di tangan.
Terkadang, ia bertarung dengan napas yang memburu, langkah yang melemah, dan rasa lelah yang mencoba menghentikannya.
Namun Brimob telah memilih untuk terus melangkah.
Terus berlari.
Terus melawan batas.
Terus mengejar prestasi.
Sebab selama semangat masih menyala di dalam dada, maka satu hal tetap menjadi keyakinan:
Boleh lelah, tetapi jangan pernah menyerah. Boleh tertinggal, tetapi jangan pernah berhenti. Dan ketika garis finis berada di depan mata—Brimob Sumut akan terus melaju untuk menjemput kemenangan.
Indra/humas













