Di Tebuireng, Sebuah Doa Mengalir dari Sang Ayah: Muhammad Safrizal Almalik Datang Membawa Selamat, Pulang Membawa Restu Gus Kikin

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG — Ada pertemuan yang tidak sekadar menghadirkan dua sosok dalam satu ruangan. Ada pertemuan yang menghadirkan rasa hormat, kasih sayang, doa dan harapan tentang masa depan.
Nuansa penuh keharuan itulah yang terasa ketika tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Muhammad Safrizal Almalik, bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, di kediaman beliau di lingkungan kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026).

Safrizal yang juga Pengurus Harian PB IKA PMII datang bukan sekadar untuk mengucapkan selamat. Ia datang membawa rasa hormat seorang anak kepada sosok yang dipandangnya sebagai ayah, sekaligus membawa doa dan harapan agar amanah besar yang kini berada di pundak Gus Kikin dapat dijalankan dengan penuh keberkahan.

Di tengah suasana kekeluargaan itu, Safrizal menyampaikan ucapan selamat secara langsung atas amanah Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU terpilih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah seperti anak kepada Ayah, setelah Ayahnya menang merebut mayoritas hati umat Nahdliyyin se-Indonesia. Wajiblah anaknya memberikan ucapan selamat sembari mendoakan dan mendukungnya sebagai Ayah warga Nahdliyyin sedunia,” ujar Rizal.

Kalimat itu seolah menggambarkan bahwa di balik hiruk-pikuk organisasi dan besarnya amanah kepemimpinan, masih ada ikatan yang jauh lebih dalam: hubungan batin antara seorang anak dengan ayah yang menjadi tempat meminta doa dan restu.

Momen semakin menyentuh ketika Safrizal memohon doa, keberkahan dan restu kepada Gus Kikin. Tidak banyak yang diminta, hanya doa dari seorang ulama dan orang tua yang diharapkan menjadi penerang dalam setiap langkah pengabdian.
Gus Kikin kemudian mendoakan Safrizal.

Baca Juga:  AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA "DILOLOSKAN BNN" DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA

Doa itu menjadi bagian paling sederhana sekaligus paling dalam dari pertemuan tersebut. Sebab terkadang, seorang anak tidak membutuhkan banyak nasihat. Ia hanya ingin mendengar doa dari orang yang ia hormati, agar perjalanan hidupnya diberi keselamatan, keberkahan dan kekuatan untuk terus mengabdi.

Pertemuan itu pun ditutup dengan pesan Gus Kikin agar seluruh warga Nahdliyyin senantiasa saling mengingatkan dan bersama-sama memperkuat sumber daya manusia.
“Jika SDM kita kuat, sumber daya alam bisa kita kelola demi kesejahteraan dan superioritas bangsa,” pesan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut.
Pesan itu terasa seperti amanah yang dititipkan kepada generasi muda.

Bahwa perjuangan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Bahwa estafet pengabdian harus terus berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dan dari Tebuireng hari itu, Safrizal datang membawa ucapan selamat, menyampaikan hormat, meminta doa.

Ia pulang membawa sesuatu yang mungkin jauh lebih berharga: restu seorang ayah, doa seorang ulama, dan amanah untuk terus berbuat bagi umat dan bangsa.

Di tempat yang penuh sejarah perjuangan para ulama itu, sebuah pertemuan singkat kembali mengingatkan bahwa kekuatan NU bukan hanya terletak pada besarnya organisasi, tetapi juga pada ikatan hati, doa para kiai, dan kesetiaan generasi mudanya dalam meneruskan perjuangan.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN
BNCT Buka Jalan Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia, Pelabuhan Belawan Bidik Peluang Pasar Regional
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Arse Pane Ucapkan Selamat atas Pelantikan Hj. Lilis Tutilaswati Suganda sebagai Bendahara PDBI DKI Jakarta
Peduli Kesehatan Warga, PT PHPO KIM II Gelar Fogging Gratis di Mabar Hilir dan Saentis
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:21 WIB

SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:59 WIB

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

Berita Terbaru