Deli Serdang // Di tengah sunyi Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, seorang guru ngaji berinisial HT memilih berdiri tegak di antara ketakutan dan ancaman yang tak terlihat.
Bukan untuk mencari nama, bukan pula untuk dikenal, melainkan demi satu hal yang sederhana namun begitu mahal: menyelamatkan generasi muda dari jerat gelap narkoba.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/05/2026) itu kini menjadi perhatian publik. Aksi keberanian HT yang menolak diam terhadap maraknya peredaran narkoba di lingkungannya menuai simpati luas, termasuk dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Deli Serdang, KH. Kaya Hasibuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KH. Kaya Hasibuan menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus apresiasi atas keberanian HT yang dinilai telah mempertaruhkan ketenangan hidupnya demi kebaikan bersama.
Ia menegaskan, negara tidak boleh menutup mata terhadap masih beredarnya narkoba di wilayah tersebut, dan aparat penegak hukum harus segera bertindak tegas.
“Kalau masih banyak yang mengedar, kepolisian pula itu. Kita berharap dengan sungguh-sungguh pemerintah dan pihak kepolisian untuk menangkap para pengedar itu,” ujarnya kepada wartawan 1kabar.com, Kamis (21/05/2026).
Namun di balik tegasnya pernyataan itu, tersimpan pula rasa hormat yang dalam kepada sosok HT. Seorang guru ngaji yang memilih tidak diam, meski sadar ada risiko yang harus ia hadapi.
“Untuk guru ngaji berinisial HT itu kita beri penghargaan setinggi-tingginya, beliau berani dengan segala risiko. Kita minta beliau juga dilindungi,” lanjutnya dengan penuh harap.
Kini, di tengah harapan yang menggantung, masyarakat hanya ingin satu hal: agar keberanian seperti HT tidak dibiarkan berjalan sendiri. Agar suara-suara kecil yang melawan kegelapan tidak padam sebelum sempat menyelamatkan banyak jiwa.
Red













