MBG Diguncang Skandal, Satu Lagi Tersangka Bertumbangan: Jejak Dugaan “Jual-Beli Dapur Gizi” Mulai Terkuak

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi simbol harapan bagi jutaan anak Indonesia kini kembali diterpa badai besar. Di tengah cita-cita menghadirkan gizi yang layak bagi generasi penerus bangsa, Kejaksaan Agung kembali mengungkap fakta yang mengejutkan. Satu per satu nama yang diduga terlibat dalam pusaran kasus korupsi mulai terseret ke permukaan.

Terbaru, penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menetapkan Glory Harimas Sihombing, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, sebagai tersangka baru dalam perkara yang kian menyita perhatian publik. Penetapan itu menjadi babak lanjutan dari pengusutan dugaan korupsi yang disebut telah mencederai program strategis nasional tersebut.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan bahwa status tersangka diberikan setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang dianggap cukup kuat. Langkah hukum itu menandai semakin terbukanya tabir dugaan praktik yang selama ini bersembunyi di balik program yang seharusnya berpihak kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan peran Glory tidaklah kecil. Ia disebut menjadi sosok yang dipercaya untuk mencari mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, kepercayaan itu diduga berubah menjadi pintu masuk praktik yang kini sedang dibongkar aparat penegak hukum. Penyidik menduga titik-titik dapur SPPG yang menjadi bagian penting dalam distribusi makanan bergizi justru diperjualbelikan kepada pihak-pihak yang ingin mengelolanya.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar angka-angka dalam laporan keuangan, melainkan masa depan program yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat luas. Dapur-dapur yang seharusnya menjadi pusat pelayanan dan harapan bagi penerima manfaat diduga berubah menjadi komoditas yang diperjualbelikan demi keuntungan segelintir pihak.

Baca Juga:  Tak Sekadar Berpatroli, Brimob Sumut Hadir Menjaga Malam dan Menenangkan Hati Warga

Tak hanya itu, penyidik juga mendalami dugaan adanya akses khusus yang diberikan kepada Glory untuk berkomunikasi dengan tim verifikator. Melalui jalur tersebut, ia diduga dapat mengurus proses rollback atau pengembalian status dapur SPPG yang berada di bawah yayasan yang dipimpinnya. Fakta-fakta inilah yang kini menjadi fokus pendalaman penyidik.

Kasus ini sendiri telah menyeret sejumlah nama besar. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka lainnya, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, serta Lodewyk Pusung. Nama-nama tersebut kini berada dalam pusaran penyidikan yang terus berkembang.

Di balik megahnya program yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, penyidik menduga terjadi berbagai penyimpangan, mulai dari afiliasi terselubung dengan yayasan pengelola SPPG hingga dugaan mark-up pengadaan berbagai barang seperti motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi.

Kini, publik menanti jawaban atas satu pertanyaan besar: apakah dana dan fasilitas yang seharusnya digunakan untuk memperkuat pelayanan gizi masyarakat justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi?

Penyidikan masih terus bergulir. Sementara itu, satu per satu kepingan fakta mulai tersusun, membuka tabir dugaan praktik yang selama ini tersembunyi di balik program yang lahir atas nama kesejahteraan rakyat. Di tengah harapan besar terhadap masa depan generasi bangsa, skandal ini menjadi pengingat bahwa setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan, terutama ketika menyangkut hak masyarakat yang paling mendasar.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan
TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART
SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi
FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG
Di Tengah Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Hadir Membawa Harapan: Makanan dan Air Bersih Mengalir untuk Pengungsi Karo
Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung
Bukan Sekadar Berebut Juara, Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Menyalakan Harapan Atlet Muda
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:31 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Kamis, 3 September 2026 - 15:40 WIB

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 14:16 WIB

TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART

Kamis, 3 September 2026 - 14:10 WIB

SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG

Berita Terbaru