Di Ujung Perkara, Api Keadilan Menyala: Tangis Sunyi di Balik Pemusnahan Barang Bukti Belawan

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belawan, 28 April 2026 — Tak ada sorak. Tak ada tepuk tangan. Hanya suara api yang perlahan melahap barang bukti, seolah membawa pergi jejak-jejak luka yang pernah ditinggalkan kejahatan.

Di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Belawan, Selasa pagi itu, satu per satu barang bukti dimusnahkan. Bukan sekadar benda—di baliknya ada cerita: tentang keluarga yang hancur oleh narkotika, tentang masa depan yang nyaris padam, dan tentang harapan yang sempat tersesat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Dr. Yusup Darmaputra, S.H., M.H., berdiri dengan suara yang tegas namun sarat makna. Ia menyampaikan bahwa pemusnahan ini bukan hanya prosedur hukum, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga agar luka yang sama tak terulang kembali.

Sebanyak 216 perkara telah mencapai akhir jalannya. Namun bagi sebagian orang, luka itu mungkin belum benar-benar usai.

Ratusan gram sabu, ganja, dan pil ekstasi dimusnahkan—barang-barang yang pernah merenggut ketenangan banyak rumah. Ribuan sachet jamu ilegal, puluhan telepon genggam, timbangan elektrik, hingga senjata tajam—semuanya lenyap dalam proses yang disaksikan banyak pihak, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

Baca Juga:  Dari Garis Start Menuju Podium — Brimob Polda Sumut Buktikan Jiwa Petarung, Kobarkan Semangat Hari Bhayangkara di Langkat Run 2026

Di balik transparansi itu, tersimpan harapan: agar tak ada lagi anak yang kehilangan arah, tak ada lagi orang tua yang menunggu dengan cemas, dan tak ada lagi tangis yang lahir dari jerat kejahatan.

Kegiatan itu ditutup dengan doa. Doa yang mungkin sederhana, namun berat dipanjatkan—agar para penegak hukum tetap kuat, tetap jujur, dan tetap berdiri di sisi keadilan.

Dan pagi itu, di Belawan, api bukan hanya memusnahkan barang bukti. Ia juga membawa harapan—bahwa dari abu yang tersisa, akan tumbuh masa depan yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih manusiawi.

Redaksi/staf Intel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan
Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung
Kematian Winda Lorenza Gowasa Masih Berselimut Tanya, Keluarga Desak Ekshumasi: “Kami Ingin Kebenaran, Bukan Perdamaian”
Diduga Abaikan K3, Tiga Pencari Nafkah Meregang Nyawa di Dalam Palka KM Pulau Samosir: Masuk untuk Menolong, Tak Pernah Kembali Bernyawa
Empat Kali Didatangi Wartawan, Bank Mandiri Masih Bungkam: 54 Cek Dipersoalkan di Sidang, Nasabah Dikabarkan Siap Tarik Dana
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Motor Mahasiswi Raib di Siang Bolong, Dikunci Tak Berarti Aman: Pencuri Beraksi di Depan Kos Medan Perjuangan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:31 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Kamis, 3 September 2026 - 15:40 WIB

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 08:21 WIB

Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung

Kamis, 3 September 2026 - 00:29 WIB

Kematian Winda Lorenza Gowasa Masih Berselimut Tanya, Keluarga Desak Ekshumasi: “Kami Ingin Kebenaran, Bukan Perdamaian”

Selasa, 1 September 2026 - 09:04 WIB

Diduga Abaikan K3, Tiga Pencari Nafkah Meregang Nyawa di Dalam Palka KM Pulau Samosir: Masuk untuk Menolong, Tak Pernah Kembali Bernyawa

Berita Terbaru