JAKARTA — Kritik keras kembali dilontarkan pakar hukum internasional, Sutan Nasomal. Ia menuding negara sedang memainkan standar ganda dalam penerapan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)—aturan yang terasa mencekik rakyat kecil, namun seolah longgar bagi elit kekuasaan.
Di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Prof Sutan membedah ironi yang dinilainya kian terang: rakyat biasa dengan satu catatan masa lalu, bahkan kasus ringan, praktis “dikunci mati” dari peluang kerja maupun jabatan publik. SKCK menjadi tembok tebal yang tak bisa ditembus.
Namun di sisi lain, ia menyoroti fakta yang sulit dibantah—sejumlah pejabat negara yang pernah tersandung kasus hukum justru tetap bisa melenggang ke kursi kekuasaan. “Ini bukan sekadar aneh, ini paradoks hukum yang nyata,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan nada sindiran tajam, ia mengutip ungkapan populer ala Ebiet G. Ade, “coba tanya pada rumput yang bergoyang”, menggambarkan kebingungan publik yang melihat hukum berjalan tidak lurus.
Menurut Prof Sutan, jika negara memang membuka ruang bagi mantan narapidana untuk menjadi pejabat, maka harus ada kejujuran hukum yang disampaikan kepada rakyat. Jangan sampai aturan hanya keras ke bawah, tetapi melemah ketika berhadapan dengan kekuasaan.
Ia bahkan melontarkan pernyataan keras: jika SKCK tidak lagi menjadi standar moral yang konsisten, maka keberadaannya patut dipertanyakan—bahkan dihapuskan. “Jangan jadikan SKCK alat diskriminasi. Kalau pejabat bisa lolos dengan masa lalu, rakyat juga harus diperlakukan sama,” ujarnya.
Prof Sutan mendesak Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan langsung mengevaluasi kebijakan ini. Baginya, persoalan SKCK bukan sekadar administratif, tetapi menyangkut wajah keadilan negara.
“Kalau hukum sudah berbeda antara rakyat dan pejabat, itu bukan lagi hukum—itu ketidakadilan yang dilegalkan,” tutupnya tajam.
Isu ini kini menjadi tamparan keras bagi prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Pertanyaannya sederhana namun mengguncang: apakah negara masih berdiri untuk semua, atau hanya untuk mereka yang berkuasa?
Tim













