Di Tengah Jeritan Rakyat, Air Mineral Pemko Medan Menelan Rp1,17 Miliar: Seteguk Air Bernilai Miliaran Rupiah?

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan — Ketika sebagian warga Kota Medan masih harus menghitung setiap lembar rupiah untuk membeli beras, membayar uang sekolah anak, dan memenuhi kebutuhan hidup yang kian berat, sebuah angka mencengangkan muncul dari dokumen anggaran Pemerintah Kota Medan.

Bukan anggaran pembangunan rumah bagi warga miskin. Bukan pula program bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melainkan anggaran pengadaan air mineral sebesar Rp1.179.825.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka itu sontak mengguncang ruang publik. Di tengah seruan efisiensi yang berkumandang dari pusat hingga daerah, alokasi lebih dari satu miliar rupiah untuk air minum memunculkan pertanyaan yang tak bisa dihindari: air mineral seperti apa yang dikonsumsi hingga menghabiskan uang rakyat sebesar itu?

Di sudut-sudut kota, masih ada keluarga yang berjuang bertahan hidup di bawah garis kemiskinan. Data menunjukkan sekitar 171 ribu warga Medan masih hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ada yang bangun sebelum matahari terbit demi mencari nafkah. Ada yang menahan kebutuhan karena pendapatan tak lagi mampu mengejar kenaikan harga kebutuhan pokok.

Namun di saat yang sama, publik justru disuguhi fakta bahwa anggaran air mineral di lingkungan pemerintahan mencapai angka yang membuat banyak orang mengernyitkan dahi.

Tak sedikit warga yang menilai ini bukan sekadar soal air minum. Ini adalah soal kepekaan, prioritas, dan keberpihakan anggaran.

Baca Juga:  Demi Edarkan Shabu, “Jabrik” Nekat Tabrak Polisi dan Kabur di Tengah Malam — Akhirnya Tumbang di Tangan Sat Narkoba Belawan

Aktivis LSM PAKAR Indonesia, B. Siregar, menyebut kondisi ini sebagai ironi yang menyakitkan di tengah semangat penghematan yang sedang digaungkan pemerintah.

“Presiden sudah mengingatkan pentingnya efisiensi dan memangkas belanja yang tidak prioritas. Karena itu publik berhak bertanya. Air minum apa yang dikonsumsi hingga membutuhkan anggaran lebih dari satu miliar rupiah?” ujarnya.

Pertanyaan itu kini bergema luas di tengah masyarakat.

Apakah nilai sebesar itu benar-benar mencerminkan kebutuhan riil?

Apakah perhitungannya telah dilakukan secara rasional dan transparan?

Ataukah ada pola penganggaran yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik?

Sebab pada akhirnya, setiap rupiah dalam APBD bukanlah milik segelintir pejabat. Di dalamnya ada keringat pedagang kecil yang membayar pajak, ada jerih payah buruh yang bekerja dari pagi hingga malam, ada harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang lebih baik.

Karena itu, ketika seteguk air di meja birokrasi bernilai miliaran rupiah, rakyat tentu berhak bertanya.

Dan selama jawaban itu belum diberikan secara terang-benderang, angka Rp1,17 miliar akan terus menjadi simbol pertanyaan besar tentang bagaimana uang rakyat digunakan.

Sebab di tengah kesulitan yang masih dirasakan banyak warga, miliaran rupiah untuk air mineral bukan lagi sekadar angka. Ia telah menjelma menjadi ironi yang menyentuh nurani publik.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru