MTQH Beltim 2026 Jadi Momentum Perkuat Pembinaan, Wabup Dorong Peningkatan Prestasi Kafilah

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan qari dan qariah sejak dini agar mampu bersaing lebih baik pada tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar saat membuka MTQH Tingkat Kabupaten Beltim Tahun 2026 di Aula Kantor Camat Manggar, Rabu (1/07/2026).

Sebelum membuka kegiatan, Khairil juga melantik Dewan Hakim sekaligus secara simbolis memasangkan toga kepada para dewan hakim yang akan bertugas selama pelaksanaan MTQH.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MTQH tingkat Kabupaten tahun ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026, di Aula Kantor Camat Manggar, Teras Kantor Camat Manggar, dan Musala SMA Negeri 1 Manggar.

Sebanyak 163 peserta dari tujuh kecamatan mengikuti empat cabang perlombaan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, dan Syarhil Qur’an. Para peserta akan memperebutkan penghargaan sekaligus kesempatan mewakili Beltim pada MTQH Tingkat Provinsi Babel Tahun 2026.

Wakil Bupati, Khairil Anwar mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MTQH tidak cukup diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari kualitas pembinaan yang mampu melahirkan generasi Qurani sekaligus meningkatkan prestasi daerah.

“Harapan kita bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi bagaimana hasil MTQH ini benar-benar melahirkan insan Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Khairil.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama LPTQ, para pelatih, dan seluruh pihak terkait perlu terus mencari formula pembinaan yang lebih efektif agar kemampuan qari dan qariah Beltim semakin berkembang.

Baca Juga:  Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu

“Kita tentu ingin prestasi terus meningkat. Yang terpenting adalah kualitas peserta terus bertambah dari tahun ke tahun. Kalau nilai-nilai yang diperoleh semakin baik, itu berarti pembinaan kita berjalan ke arah yang positif. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, saya optimistis prestasi Beltim akan terus berkembang,” ujar Khairil.

Anggaran Berkurang, Cabang Lomba Disesuaikan

Ketua Panitia MTQH Kabupaten Beltim, Sarjano menjelaskan tahun ini hanya empat cabang lomba yang dipertandingkan. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang biasanya mempertandingkan enam cabang utama.

Penyesuaian dilakukan karena hibah yang diterima Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Beltim mengalami penurunan dari sekitar Rp1,3 miliar menjadi Rp500 juta.

Meski demikian, Sarjano memastikan potensi peserta pada cabang yang belum diperlombakan tetap akan dibina melalui program pembinaan di masing-masing kecamatan.

“Cabang yang tidak diperlombakan tetap akan dilakukan pembinaan sesuai potensi di setiap kecamatan. Misalnya hafalan sepuluh juz, tiga puluh juz maupun kaligrafi akan dibina secara khusus oleh pelatih yang memiliki kompetensi. Dari hasil pembinaan itu nanti akan dipilih peserta terbaik untuk mewakili Kabupaten Beltim di tingkat provinsi,” jelas Sarjano.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi agar proses pembinaan tetap berjalan meskipun jumlah cabang yang diperlombakan tahun ini lebih terbatas.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim menambahkan tujuan utama penyelenggaraan MTQH adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus mempelajari Al-Qur’an dan Hadis.

“Selain itu, MTQH juga menjadi ajang menjaring qari dan qariah terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Beltim pada MTQH tingkat Provinsi Babel,” tambah Sarjano. (Arsoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Malam Mencekam di Pematangsiantar, Brimob Sumut Terjang Kobaran Api Demi Lindungi Masyarakat
Puting Beliung Terjang Medan Johor, Brimob Polda Sumut Gerakkan Dapur Lapangan dan Water Treatment
Pelindo Buka Ruang Suara Masyarakat, Pengembangan Pelabuhan Belawan Tak Boleh Meninggalkan Pesisir
Merah Putih Berkibar, Tawa Warga Menggema: BPC dan Relawan Tegak Lurus Prabowo Hidupkan Semangat Kemerdekaan di Paya Pasir
Prabowo: “Kita Tidak Membangun untuk Satu Masa Jabatan, Kita Membangun untuk Satu Abad Indonesia”
Api Pemusnahan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Belawan: Ketika Barang Bukti Musnah, Harapan untuk Masa Depan Tetap Menyala
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Malam Mencekam di Pematangsiantar, Brimob Sumut Terjang Kobaran Api Demi Lindungi Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Puting Beliung Terjang Medan Johor, Brimob Polda Sumut Gerakkan Dapur Lapangan dan Water Treatment

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Pelindo Buka Ruang Suara Masyarakat, Pengembangan Pelabuhan Belawan Tak Boleh Meninggalkan Pesisir

Berita Terbaru