Bogor — Langit Cikeas, Bogor, menjadi saksi sebuah momen bersejarah yang membanggakan bagi Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumut menerima kado paling istimewa dari negara: Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, penghargaan tertinggi Presiden Republik Indonesia bagi kesatuan di lingkungan Polri.
Di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melangkah maju menerima langsung penghargaan tersebut. Sebuah momen yang bukan hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras, pengorbanan, dan pengabdian seluruh personel Polda Sumut mendapat pengakuan tertinggi dari negara.
Penganugerahan Nugraha Sakanti berlangsung dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 37/TK/2026, Nomor 38/TK/2026, serta Keputusan Presiden Nomor 55/Polri Tahun 2026. Dari seluruh jajaran Polri di Indonesia, hanya sejumlah kepolisian daerah dan satuan kerja yang dinilai layak menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Polda Sumatera Utara menjadi salah satu kesatuan yang berdiri di barisan penerima Nugraha Sakanti, bersama Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Riau, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Kalimantan Tengah, Divisi Hukum Polri, serta Pusat Keuangan Polri.
Bagi Polda Sumut, penghargaan ini bukan datang secara tiba-tiba. Di balik lambang kehormatan tersebut, terdapat jejak panjang pengabdian, kerja tanpa lelah, serta keberanian personel dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan kemanusiaan di wilayah Sumatera Utara.
Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., menyampaikan kabar membanggakan itu kepada seluruh peserta upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Sumut.
“Pada hari ini Bapak Kapolda tidak dapat hadir karena beliau menerima undangan langsung untuk menerima penghargaan dari Bapak Presiden Republik Indonesia, yaitu Nugraha Sakanti,” ujar Sonny.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan penilaian yang ketat. Tim Sekretariat Militer Presiden terlebih dahulu melakukan verifikasi lapangan, menilai program unggulan, inovasi pelayanan, hingga berbagai capaian strategis Polda Sumut.
Dari proses itulah, Polda Sumut dinilai sebagai salah satu kesatuan terbaik yang layak menerima Nugraha Sakanti.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Polda Sumut dalam menangani bencana alam di Pulau Sumatera pada November 2025. Dalam situasi penuh duka dan keterbatasan, personel Polda Sumut bergerak cepat melakukan evakuasi, pengamanan, hingga membantu proses pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Tidak hanya itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumut juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Saat bencana melanda Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, dapur SPPG Polda Sumut menjadi harapan bagi warga terdampak dengan menyalurkan sekitar 326 ribu paket makanan.
Di medan pemberantasan narkotika, Polda Sumut juga menunjukkan ketegasan tanpa kompromi. Sepanjang 2024 hingga 2026, jajaran Polda Sumut menangani sekitar 17 ribu perkara narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar. Keberhasilan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman gelap penyalahgunaan narkoba.
Pengabdian itu juga terlihat dalam peningkatan pelayanan publik. Polda Sumut membangun 20 gedung baru dan merenovasi sembilan gedung pelayanan masyarakat, termasuk Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Samsat, hingga pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Dalam bidang pengamanan, Polda Sumut turut membuktikan kemampuannya mengawal berbagai agenda nasional dan internasional.
Mulai dari ajang F1 Powerboat di Danau Toba, pertandingan sepak bola, hingga pengamanan aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Nugraha Sakanti yang diterima langsung Kapolda Sumut dari Presiden Prabowo menjadi tonggak sejarah baru bagi Polda Sumatera Utara. Penghargaan itu bukan hanya milik pimpinan, melainkan milik seluruh personel—mulai dari mereka yang bertugas di garis depan, menjaga keamanan di tengah malam, mengevakuasi warga saat bencana, memburu jaringan narkotika, hingga melayani masyarakat dengan penuh ketulusan.
Di usia ke-80 Bhayangkara, Polda Sumut tidak hanya menerima sebuah penghargaan. Polda Sumut menerima amanah besar untuk terus menjaga kepercayaan rakyat, memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.
Nugraha Sakanti menjadi bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia. Dari Sumatera Utara, semangat Bhayangkara kembali menyala—teguh menjaga negeri, setia melayani rakyat, dan siap menjawab setiap tantangan demi Indonesia yang aman dan bermartabat.
Indra













