Sanksi ‘Efek Jera’ Satlantas Polres Batanghari Tabrak UU LLAJ dan Kode Etik Polri

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANGHARI || Praktik penindakan angkutan batu bara oleh Satlantas Polres Batanghari berbuntut panjang. Tindakan menahan kendaraan dan menunda penerbitan nomor Brief Virtual Account (BRIVA) tilang dengan dalih memberikan “efek jera” dinilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan (abuse of power) yang menabrak kepastian hukum.

​Kasus ini mencuat setelah mencuatnya bukti percakapan antara seorang pemilik angkutan dan Kasat Lantas Polres Batanghari. Alih-alih memberikan akses penyelesaian denda tilang secara cepat sesuai semangat E-Tilang, Kasat Lantas justru menyatakan penundaan tersebut sengaja dilakukan demi asas “efek jera”.

– ​Cacat Hukum dan Pelanggaran Asas Legalitas

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Secara yuridis, tindakan menahan kendaraan atau menunda administrasi tilang secara subyektif demi “efek jera” tidak memiliki pijakan hukum yang valid dalam tata hukum Indonesia.

​Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta PP Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor, kewenangan polisi dibatasi oleh asas legalitas. Penahanan kendaraan bermotor hanya sah jika pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, SIM, atau kendaraan diduga hasil tindak pidana—bukan sebagai instrumen penghukuman sepihak di luar putusan pengadilan.

​Sistem E-Tilang diciptakan untuk memotong birokrasi dan menutup celah pungli. Kewajiban petugas adalah menerbitkan kode BRIVA sesegera mungkin agar pelanggar dapat membayar denda ke kas negara. Praktik menahan kode BRIVA hingga pemilik atau pengurus perusahaan datang menghadap petugas jelas menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan patut dicurigai sebagai upaya transaksional non-prosedural.

Baca Juga:  BARAK NARKOBA HANGUS TERBAKAR, TAPI BANDARNYA MASIH BERKELIARAN? Tangisan Warga dan Keberanian Emak-Emak Guncang Labura

​Uji Etik: Tantangan bagi Propam Polda Jambi
​Kebijakan sepihak ini secara telanjang melanggar Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Pasal-pasal dalam Perpol tersebut mewajibkan setiap anggota Polri bertindak:

* ​Profesional dan Proporsional: Bertindak sesuai porsi pelanggaran tanpa menambah sanksi subyektif.
* ​Akuntabel: Setiap tindakan hukum wajib dipertanggungjawabkan dasar hukum tertulisnya.

– Menjunjung Kepastian Hukum: Tidak boleh ada ruang diskresi yang merugikan hak keperdataan warga negara, mengingat batu bara yang diangkut bukan barang ilegal.

​Publik kini menanti ketegasan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jambi. Jika Propam hanya diam dan tidak melakukan pemeriksaan intensif terhadap Kasat Lantas Polres Batanghari, maka persepsi publik bahwa “Propam tidak berkutik” menghadapi pelanggaran wewenang di daerah akan semakin menguat.

​Hingga berita ini diturunkan, Satlantas Polres Batanghari belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dasar hukum konkrit yang mereka gunakan untuk melegalkan penundaan BRIVA demi “efek jera” tersebut.

H3NDRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru