PARGOMGOM SAMUDORA
Belawan, TNI AL — Di balik gemerlap lampu tempat hiburan malam, aparat TNI AL bergerak senyap namun tegas. Ketertiban menjadi taruhan, sementara potensi gangguan keamanan harus dipastikan tidak berubah menjadi ancaman.
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) Waspada Wira Pari dan Operasi Yustisi Citra Wira Pari 2026, Sabtu (8/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi menyasar tiga tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Sumatera Utara. Sebanyak 34 personel Pomal dan satu personel Detasemen Intelijen Kodaeral I diterjunkan, didukung dua unit Patwal Pomal, satu truk Pomal, satu kendaraan dinas Danpom serta satu kendaraan pribadi.
Tiga lokasi menjadi sasaran pemeriksaan, yakni One King Golden di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat; Samudra Selatan Binjai di Desa Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan; serta Blue Night di Jalan Binjai–Emplasemen, Kwala Sei Mencirim, wilayah Langkat dan Binjai.
EMPAT SENJATA TAJAM TERUNGKAP DI TENGAH OPERASI
Operasi yang digelar saat aktivitas malam mulai ramai itu membuahkan temuan yang cukup mencolok.
Petugas mengamankan empat senjata tajam dari dua lokasi berbeda.
Tiga bilah samurai ditemukan di salah satu mobil pengunjung di kawasan Samudra Selatan Binjai. Sementara satu bilah clurit diamankan dari seorang pengunjung di Blue Night.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius dalam pemeriksaan, mengingat keberadaan senjata tajam di tengah kerumunan tempat hiburan malam berpotensi menimbulkan gangguan keamanan apabila disalahgunakan.
Sebelum bergerak menuju lokasi sasaran, seluruh personel terlebih dahulu melaksanakan apel kelengkapan di Mako Pomal Kodaeral I. Apel dipimpin Kepala Urusan Operasi Lalu Lintas Pomal Kodaeral I, Kapten Laut (PM) Hadi Bejo.
Usai apel, tim bergerak menyisir sejumlah lokasi secara berurutan. Pemeriksaan dilakukan terhadap lingkungan dan pengunjung, sekaligus memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Bukan sekadar melakukan pemeriksaan, personel juga menyampaikan imbauan kepada pengunjung dan pengelola THM agar bersama-sama menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan ketertiban.
TAK HANYA MENYASAR PENGUNJUNG, PERSONEL TNI AL JUGA DIAWASI
Operasi ini memiliki sasaran yang lebih luas. Pomal Kodaeral I turut memastikan tidak terdapat personel TNI AL yang melanggar ketentuan dengan memasuki atau berada di tempat hiburan malam.
Pesan yang dibawa operasi tersebut jelas: penegakan disiplin tidak boleh mengenal siapa yang diperiksa.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim kembali ke Mako Pomal Kodaeral I untuk melaksanakan konsolidasi.
Operasi berlangsung aman dan lancar.
Namun, empat bilah senjata tajam yang ditemukan malam itu menjadi catatan penting dari hasil pemeriksaan lapangan. Temuan tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
Di tengah hiruk-pikuk malam, langkah aparat tetap berjalan. Ketertiban tidak boleh kalah oleh gemerlap hiburan, dan keamanan masyarakat harus tetap menjadi garis terdepan.
(Dispen Kodaeral I/indra)













