MEDAN – Di balik riuh suara raket yang beradu dan kok yang melesat di atas net, tersimpan sebuah harapan besar. Harapan agar dari lapangan sederhana di Medan Marelan, lahir pebulutangkis-pebulutangkis muda yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Medan.
Semangat itu terasa kuat saat Turnamen Badminton ke-2 Tahun 2026 PB Mitra Sporty Medan resmi dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, H. Tengku Chairuniza, S.Sos., MAP, Rabu (2/9/2026) malam, di GOR Bulutangkis Willy Randi, Jalan Marelan VII, Gang Ridho, Pasar I, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan.
Turnamen yang digagas Ketua Dewan Pembina PB Mitra Sporty Medan, Julis Amitra, bersama jajaran pengurus itu bukan hanya tentang mengejar piala dan hadiah. Di sana ada semangat pembinaan, persaudaraan, sekaligus ruang bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 84 pebulutangkis putra dan putri, yang terbagi dalam 42 pasangan ganda, ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka bertanding pada empat kelas, yakni Kelas A Ganda Putra, Kelas B Ganda Putra, Kelas C Ganda Putra dan Ganda Putri.
Hadiah puluhan juta rupiah, trofi dan piagam memang menjadi pemantik semangat. Namun jauh lebih berharga dari itu adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan, menguji mental, membangun persahabatan dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.
Yang membuat pembukaan turnamen semakin bermakna, pengurus PB Mitra Sporty Medan juga menyisihkan kepedulian mereka dengan menyantuni puluhan anak yatim di sekitar GOR Bulutangkis Willy Randi berupa sembako dan uang tunai.
Di tengah perjuangan mengejar kemenangan, masih ada tangan-tangan yang memilih berbagi.
Kadispora Medan, H. Tengku Chairuniza, dalam sambutannya mendorong PB Mitra Sporty Medan agar semakin serius melakukan pembinaan atlet-atlet muda, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa di kawasan Medan Marelan.
Menurutnya, turnamen bukan sekadar arena untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, pertandingan menjadi sekolah kehidupan bagi para atlet untuk menempa mental, mengevaluasi kemampuan dan belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan kepala tegak.
“Saya mendorong PB Mitra Sporty Medan makin meningkatkan pelatihan atlet muda terdiri dari pelajar dan mahasiswa guna meningkatkan prestasi dan membesarkan semangat olahraga,” ujarnya.
Tengku Yudi, sapaan akrab Tengku Chairuniza yang pernah tiga tahun menjabat sebagai Camat Medan Marelan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga masyarakat, baik olahraga prestasi maupun olahraga yang menjadi sarana menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi.
“Pemko Medan selalu dukung, olahraga berbasis silaturahmi dan peningkatan kesehatan masyarakat, maupun yang profesional,” tegasnya.
Turnamen kemudian secara resmi dibuka dengan pemukulan shuttlecock oleh Kadispora Medan bersama Ketua KONI Medan Aswindy Fachrizal, SE, Camat Medan Marelan Dr. Zulkifli Syahputra Pulungan, S.STP., MAP, dan Direktur Keuangan PUD Pasar Medan Bobby Oktavianus Zulkarnain, SE., MH.
KONI Dorong Atlet Masuk Sistem PBSI
Momentum tersebut juga menjadi titik penting bagi masa depan para pebulutangkis PB Mitra Sporty Medan.
Ketua KONI Medan, Aswindy Fachrizal, SE, mendorong agar pembinaan tidak berhenti sebatas turnamen, tetapi diarahkan menuju pembinaan yang lebih profesional dan terukur.
KONI Medan, katanya, siap memberikan dukungan terhadap kegiatan PB Mitra Sporty Medan sesuai kemampuan, sekaligus mendorong para atlet untuk bergabung dalam pembinaan dan pelatihan melalui PBSI.
Ia bahkan membuka peluang agar PB Mitra Sporty Medan mengambil peran lebih besar dalam organisasi bulutangkis di Kota Medan.
“Kalau perlu kita majukan Pengurus PB Mitra Sporty Medan menjadi kandidat bakal calon Ketua PBSI Medan,” tegas Aswindy.
Pernyataan itu pun disambut tepuk tangan para peserta dan pengurus.
Menurut Aswindy, ke depan pemilihan Ketua PBSI Medan akan dilakukan secara demokratis. Ia berharap PB Mitra Sporty Medan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan bulutangkis Kota Medan.
Dari Marelan untuk Prestasi Medan
Sementara itu, Camat Medan Marelan, Dr. Zulkifli Syahputra Pulungan, menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh atlet. Ia memastikan pemerintah kecamatan akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga maupun kegiatan positif yang tumbuh dari masyarakat.
Zulkifli juga memaparkan berbagai capaian pembangunan di Medan Marelan dan upaya mempercepat pembangunan kawasan Medan Utara melalui dukungan anggaran APBD Kota Medan.
Baginya, pembangunan bukan hanya tentang jalan, gedung dan infrastruktur.
Membangun generasi muda melalui olahraga juga merupakan bagian dari membangun masa depan.
Sekretaris PB Mitra Sporty Medan, Irfandi, mengapresiasi dukungan Kadispora Medan, Ketua KONI Medan, Camat Medan Marelan, Direktur Keuangan PUD Pasar Medan serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan turnamen.
Ia menegaskan, PB Mitra Sporty Medan siap menjaga marwah olahraga dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Lebih jauh, Irfandi memastikan arahan untuk mendaftarkan para pebulutangkis ke dalam aplikasi PBSI serta mendaftarkan PB Mitra Sporty Medan akan segera ditindaklanjuti.
Langkah itu dinilai penting agar perjalanan dan perkembangan prestasi para atlet dapat tercatat dan terpantau secara lebih baik.
“Arahan Kadispora, Camat Medan Marelan dan Ketua KONI Medan terutama mendaftarkan pebulutangkis dalam aplikasi PBSI guna tracking prestasi dan perkembangan bulutangkis serta mendaftarkan PB Mitra Sporty Medan, akan kami laksanakan,” katanya.
Pernyataan itu disampaikannya didampingi Ketua Endang Saputra, Bendahara Febriyanti, dan Bendahara Panitia Turnamen Zulham.
Sebelumnya, Ketua Panitia Turnamen, Arif Insani, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, sponsor dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan.
Ia berpesan agar seluruh atlet bertanding dengan hati, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Junjung tinggi sportivitas. Kebersamaan harus diutamakan di atas kemenangan. Keputusan wasit mutlak,” tegasnya.
Untuk nomor ganda putra dan ganda putri, panitia menyediakan hadiah bagi para juara. Juara pertama memperoleh Rp1 juta plus trofi, juara kedua Rp800 ribu plus trofi, juara ketiga Rp600 ribu plus trofi, dan juara keempat Rp400 ribu.
Namun malam itu, ada sesuatu yang jauh lebih mahal daripada hadiah dan trofi.
Ada semangat anak-anak muda yang sedang belajar bermimpi.
Ada orang tua yang diam-diam menaruh harapan pada setiap pukulan raket anaknya. Ada atlet yang mungkin datang tanpa nama besar, tetapi membawa tekad yang besar. Dan ada sebuah lapangan di Medan Marelan yang malam itu menjadi saksi bahwa prestasi tidak selalu lahir dari tempat yang megah.
Kadang, mimpi besar justru tumbuh dari lapangan sederhana, dari keringat yang jatuh tanpa sorotan, dan dari mereka yang tidak pernah lelah percaya bahwa suatu hari nanti, namanya akan berdiri di podium membawa kebanggaan bagi keluarga, daerah dan Kota Medan.
PB Mitra Sporty Medan tidak hanya sedang menggelar turnamen. Mereka sedang menanam harapan. Dan siapa tahu, dari kok yang malam ini melayang di atas net, kelak lahir seorang juara yang mengharumkan nama Medan di panggung yang lebih tinggi.
Indra













